Mateus Fernandes Bawa Tottenham Menang 1-0, Gol Voli Spektakuler di Pramusim

Tottenham Hotspur mengawali rangkaian pramusim mereka dengan kemenangan tipis 1-0 atas MK Dons di Hotspur Way, Rabu (22/7/2026) malam. Gol tunggal dicetak oleh rekrutan anyar Mateus Fernandes melalui sebuah voli spektakuler yang langsung membuat para pendukung Spurs bergemuruh. Pertandingan ini menjadi ajang uji coba bagi pelatih Roberto De Zerbi yang menurunkan 21 pemain sepanjang laga.

Kemenangan ini sekaligus menjadi pengenalan manis bagi tiga pemain baru yang menjalani debut, termasuk Fernandes, Sandro Tonali, dan Martin Dubravka. Berikut ulasan lengkap performa Tottenham di laga pramusim pertama mereka.

Mateus Fernandes

Mateus Fernandes Langsung Bersinar di Debut Pramusim

Hanya butuh tiga menit bagi Fernandes untuk mencatatkan namanya di papan skor. Dari situasi sepak pojok, bola clearance MK Dons jatuh di luar kotak penalti. Tanpa ragu, gelandang asal Portugal itu langsung melepaskan tembakan voli first-time yang meluncur deras ke gawang lawan. “Ini gol favorit saya sepanjang karier, jauh,” ujar Fernandes seusai laga.

Mantan pemain West Ham yang diboyong seharga £85 juta itu tampil selama 45 menit sebelum diganti bersama Tonali pada babak kedua. Duet lini tengah senilai £185 juta ini sukses mendominasi penguasaan bola. Yang paling menonjol dari Fernandes adalah keberaniannya mengirim umpan-umpan terobosan, meski belum semuanya akurat. Sifat agresif ini menjadi angin segar bagi Spurs yang musim lalu kerap kekurangan kreativitas di lini tengah.

Tonali dan Dubravka Tampil Solid di Laga Perdana

Meski kalah gemilang dari Fernandes, Sandro Tonali tetap menunjukkan peran vitalnya. Gelandang Italia itu menjadi pengatur ritme permainan dan penyambung lini belakang ke depan. Saat keduanya ditarik keluar, Tottenham langsung kehilangan kendali permainan. Momen yang paling menonjol dari Tonali adalah saat ia dengan cerdik menghentikan serangan balik MK Dons melalui pelanggaran taktis – sebuah ciri khas permainannya.

Sementara itu, kiper baru Martin Dubravka yang masuk pada babak kedua tampil mengesankan. Di usia 37 tahun, refleksnya masih tajam. Ia berhasil menepis sundulan jarak dekat pemain MK Dons di menit-menit akhir. Dubravka, yang didatangkan secara gratis, tampak cocok sebagai pelapis Antonin Kinsky – kiper utama baru Spurs yang juga tampil tenang saat menguasai bola.

Kehadiran Kinsky sebagai nomor satu dan Dubravka sebagai pelapis membuat masa depan Guglielmo Vicario makin tidak jelas. Wajar jika nama Vicario absen dalam laga ini – ia menjadi buruan Juventus dan Napoli.

Banyak Pemain Senior Absen Beri Kesempatan Anak Muda

Sejumlah pemain kunci Tottenham tidak tampil dalam laga ini. Destiny Udogie, Andy Robertson, Jan Paul van Hecke, Micky van de Ven, dan Lucas Bergvall baru pulang dari Piala Dunia dan hanya menonton dari tribun. Begitu pula James Maddison yang ikut menyaksikan. Sementara Mohammed Kudus, Dejan Kulusevski, Xavi Simons, dan Wilson Odobert masih dalam pemulihan cedera.

Kondisi ini menjadi berkah bagi para pemain muda. Pelatih De Zerbi memberikan menit bermain yang cukup banyak kepada para binaan akademi. Salah satu yang menonjol adalah Mikey Moore, pemain sayap kiri berusia 18 tahun yang baru kembali dari masa pinjaman di Rangers. Ia tampil energik dan berusaha merebut tempat di tim utama.

Gelandang Rio Kyerematen menjadi satu-satunya pemain yang bermain penuh 90 menit. Ia menunjukkan fleksibilitas dengan mengisi pos bek kiri di babak pertama dan bek kanan di babak kedua. Meski belum pernah debut di tim utama, penampilannya cukup meyakinkan.

Luca Williams-Barnett Bintang Muda Paling Bersinar

Remaja berusia 17 tahun, Luca Williams-Barnett, justru menjadi sorotan utama di antara para pemuda Spurs. Ia ditempatkan di posisi gelandang yang lebih dalam dan tampil percaya diri. Sorotan terbesarnya adalah umpan terobosan terukur yang membuka peluang emas bagi Min-Hyeok Yang – sayangnya Yang gagal memanfaatkannya meski sudah melewati kiper.

Williams-Barnett hanya tampil sekali di tim utama musim lalu. Namun, dengan penampilan 45 menit seperti ini, ia bisa saja masuk ke dalam rencana De Zerbi. Penjualan beberapa akademi seperti Will Lankshear, Tynan Thompson, dan Alfie Devine musim panas ini (total £34 juta) membuat kehadiran penggawa muda seperti Williams-Barnett, Moore, dan Kyerematen menjadi harapan baru bagi Spurs.

Ketiga pemain muda itu kemungkinan akan mendapat kesempatan lebih banyak dalam tur pramusim Tottenham ke Australia dan Selandia Baru. Laga berikutnya adalah melawan Auckland FC pada Minggu (26/7) pukul 04.00 WIB.

Jadwal Pramusim Tottenham Selanjutnya

  • 26 Juli: Tottenham vs Auckland FC (Auckland, 04.00 WIB)
  • 29 Juli: Tottenham vs Sydney FC (Sydney, 10.45 WIB)
  • 1 Agustus: Tottenham vs Chelsea (Sydney, 10.45 WIB)
  • 8 Agustus: Tottenham vs Getafe (tertutup, Hotspur Way, 15.00 WIB)
  • 15 Agustus: Tottenham vs Hoffenheim (Tottenham Hotspur Stadium, 15.00 WIB)
  • 16 Agustus: Tottenham vs Hoffenheim (tertutup, Hotspur Way, 12.00 WIB)

Kemenangan perdana ini memberi modal positif bagi Tottenham menjelang musim baru. Dengan rekrutan anyar yang mulai padu, para pemain muda yang haus menit bermain, serta skema permainan De Zerbi yang mulai kelihatan, arah Spurs musim 2026/27 patut dinantikan.