Pelatih kepala David Gray Hibs menegaskan dirinya tidak larut dalam kritik yang menyeruak menyusul awal musim yang mengecewakan. Fokusnya kini hanya satu: mengantar Hibernian ke semifinal pertama di era kepemimpinannya. Peluang itu terbuka lebar apabila tim asal Edinburgh tersebut mampu mengalahkan Ross County di Dingwall pada Sabtu nanti.
Laga tersebut menentukan apakah Hibs melangkah ke empat besar Premier Sports Cup. Tekanannya cukup terasa karena Hibs baru saja menelan dua kekalahan beruntun di Premiership dari Heart of Midlothian dan St Johnstone, sekaligus menyia-nyiakan peluang bagus untuk tampil di Conference League. Rangkaian hasil itu membuat posisi Gray menjadi sorotan pada fase awal musim ketiganya sebagai pelatih kepala.

Sikap Gray Menghadapi Kritik
Gray menyebut tekanan dan kritik sebagai bagian tak terpisahkan dari profesinya. “Itulah kehidupan seorang manajer sepak bola. Anda dinilai dari hasil dan itu tidak berubah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya tetap memberi tuntutan untuk terus berkembang, bahkan seandainya sedang dalam tren kemenangan.
Menurut Gray, berhenti di tempat adalah kesalahan besar dalam dunia sepak bola. “Jika Anda merasa sudah selesai dan berdiam diri, sepak bola punya cara untuk berubah sangat cepat, baik ke arah positif maupun negatif,” katanya. Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa ia menilai fluktuasi performa sebagai hal yang wajar di level kompetisi seketat Liga Skotlandia.
Ia juga menegaskan tidak menghindari kritik yang datang kepadanya. “Saya tidak antipati terhadap kritik, saya tidak menghindarinya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya sama sekali tidak terpengaruh hingga merasa mengasihani diri sendiri, dan justru bersikap sebaliknya.
Latar Belakang: Dukungan Dewan Easter Road dan Masa Transisi
Tekanan yang kini menerpa Gray bukan pengalaman pertama. Pada awal karier kepelatihannya, ia hanya memenangi satu dari 15 pertandingan liga pertamanya, namun dewan Easter Road tetap memberikan dukungan penuh. Menurut Gray, kondisi saat itu merupakan “situasi yang berbeda” dibandingkan sekarang.
Ia menjelaskan bahwa ketika itu Malky Mackay baru masuk ke dalam struktur klub sebagai sporting director, sehingga Hibs tengah berada dalam periode transisi. “Apakah saya mengharapkan kritik datang lebih cepat sekarang karena kami lebih mapan dan punya waktu untuk melakukan banyak hal? Wajar saja,” ucap Gray. Ia menerima bahwa ekspektasi meningkat seiring waktu yang sudah ia miliki untuk membangun tim.
Konteks inilah yang membuat pertandingan akhir pekan ini terasa berbeda. Hibs tidak lagi dipandang sebagai klub yang sedang mencari bentuk, melainkan tim yang dituntut menuai hasil. Akhir pekan Piala ini bahkan digambarkan sebagai momen yang bisa menentukan arah tiga masa jabatan manajer di sepak bola Skotlandia.
Target Hampden dan Rekor Semifinal Hibs
Hibs belum kembali ke semifinal sejak kalah dari Aberdeen di kompetisi yang sama pada November 2023. Ketika itu, Gray masih menjadi bagian dari staf pelatih di bawah kepala pelatih Nick Montgomery. Karena itu, laga di Dingwall bukan sekadar pertandingan babak lanjutan, melainkan kesempatan memutus masa tunggu yang cukup panjang.
Gray mengungkapkan bahwa menembus Hampden sudah masuk dalam daftar prioritas sejak awal musim. “Ketika kami membicarakan tantangan dan target di awal musim, sampai ke Hampden berada di posisi paling atas daftar,” katanya. Ia menyadari bahwa membiarkan kebisingan di luar lapangan mengganggu fokus hanya akan membuat tim tenggelam dalam situasi seperti ini.
Ia menegaskan bahwa dirinya sudah melewati berbagai masa sulit dalam karier kepelatihannya. “Fokusnya sederhana, kami harus memastikan diri menang,” ujarnya. Menurut Gray, catatan performa dan segala hal lain tidak lagi relevan akhir pekan ini, karena yang terpenting adalah setiap pemain memahami tugas yang ada di depan mata, yaitu peluang nyata untuk melangkah ke Hampden.
Ross County, Lawan yang Sedang Percaya Diri
Ross County datang ke laga ini dengan status belum terkalahkan di League 1. Salah satu dari sembilan gol yang dicetak striker veteran Brian Graham lahir saat timnya bermain imbang di kandang melawan Dundee pada fase grup kompetisi tersebut. Catatan itu menunjukkan bahwa County bukan lawan yang bisa diremehkan meski berkompetisi di kasta lebih rendah.
Gray menilai County sebagai tim yang solid dari sisi organisasi. “Mereka tetap berstatus penuh waktu dan menjaga inti timnya,” ujarnya tentang klub dataran tinggi yang terdegradasi dari Championship tersebut. Ia bahkan tidak akan terkejut bila County kembali ke Premiership mengingat infrastruktur, kualitas pemain, dan tim manajemen yang mereka miliki.
Menurut Gray, modal tersebut membuat County tampil dengan kepercayaan diri tinggi. “Mereka memulai musim dengan sangat baik, terbiasa memenangi pertandingan, dan akan bermain dengan penuh percaya diri. Itu menambah tantangan yang kami hadapi,” katanya. Ia menekankan bahwa status favorit tidak berlaku otomatis ketika sebuah tim tengah berada dalam momentum positif.
Dampak Hasil Akhir Pekan bagi Hibs dan Gray
Hasil di Dingwall akan sangat menentukan narasi seputar Gray dalam beberapa pekan ke depan. Kemenangan membawa Hibs ke semifinal sekaligus meredakan sorotan yang muncul akibat dua kekalahan beruntun di liga. Sebaliknya, kegagalan akan memperbesar pertanyaan soal arah tim pada musim ketiganya.
Bagi Hibs sendiri, melangkah ke Hampden berarti lebih dari sekadar lolos ke babak berikutnya. Semifinal memberi tim kesempatan bermain di stadion nasional, menjaga momentum kompetisi domestik, serta mempertahankan kepercayaan pendukung. Pencapaian itu juga menjadi pembuktian bahwa skuad yang dibangun Gray mampu bersaing di jalur Piala meski performa liga belum stabil.
Di sisi lain, Ross County punya motivasi berlipat untuk menjatuhkan tim Premiership di kandang sendiri. Kemenangan atas Hibs akan menjadi penanda bahwa mereka serius mengejar promosi kembali ke kasta kedua, sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan mereka tetap utuh. Bagi County, laga ini adalah kesempatan mengukur sejauh mana kualitas mereka setara dengan tim di atasnya.
Tekanan yang Wajar di Kursi Pelatih
Kasus Gray mencerminkan pola umum di sepak bola Skotlandia, di mana pelatih dinilai terutama dari hasil jangka pendek. Kompetisi Piala sering menjadi penyelamat bagi manajer yang tengah tertekan, karena satu kemenangan bisa mengubah suasana klub secara signifikan. Karena itu, laga melawan tim dari kasta lebih rendah justru terasa paling berisiko.
Gray sendiri tampaknya memilih pendekatan yang tenang alih-alih bereaksi berlebihan terhadap opini di luar. Ia berulang kali menekankan pentingnya menjaga fokus pada pekerjaan harian dan tidak membiarkan suara-suara di luar mengganggu persiapan tim. Sikap itu sejalan dengan pengalamannya melewati masa-masa sulit di awal karier kepelatihannya.
Yang jelas, apa pun hasilnya nanti, pertandingan ini akan menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan Hibs musim ini. Baik bagi Gray, para pemain, maupun bagi Ross County yang tengah membangun kembali kepercayaan diri.
Kesimpulan
David Gray menegaskan bahwa kritik bukan hal yang membuatnya kehilangan arah, melainkan bagian dari konsekuensi pekerjaan sebagai pelatih kepala. Ia lebih memilih mengarahkan perhatian pada laga melawan Ross County, yang menjadi tiket Hibs menuju semifinal Premier Sports Cup dan peluang pertama baginya mengantar tim ke Hampden.
Dengan modal rekor tak terkalahkan di League 1 dan striker tajam seperti Brian Graham, Ross County diprediksi tidak akan menyerah mudah. Namun bagi Hibs, akhir pekan ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa target awal musim masih berada dalam jangkauan, terlepas dari tekanan yang mengiringi langkah mereka.