Tarik Muharemovic baru sekitar tiga bulan berseragam Leeds United, tetapi namanya sudah ramai diperbincangkan sebagai kandidat pembelian terbaik Premier League musim ini. Bek berusia 23 tahun itu didatangkan dari Sassuolo dengan mahar 34,1 juta poundsterling, menjadikannya bek termahal dalam sejarah klub. Sejak hari pertamanya di Elland Road, lini belakang Leeds berubah wajah, dan ekspektasi publik melesat jauh melampaui harga yang semula dianggap terlalu tinggi.

Keraguan memang sempat muncul. Sebagian pendukung menilai harga tersebut kelewat mahal untuk pemain yang baru satu musim mencicipi kompetisi elite Eropa. Kini pertanyaannya sudah bergeser: bukan lagi soal apakah uang itu layak, melainkan berapa lama Leeds mampu mempertahankan pemain bertinggi 193 cm tersebut dari incaran klub-klub raksasa. Perubahan nada pembicaraan itu sendiri sudah menjadi indikasi kuat betapa cepat ia beradaptasi di Inggris.
Bek Termahal Leeds yang Langsung Menemukan Rhythm
Muharemovic mendarat di Leeds pada pertengahan Juli sebagai pengganti Pascal Struijk, bek kiri yang hijrah ke Brighton dengan nilai 20 juta poundsterling. Ia menandatangani kontrak lima tahun dan langsung dipercaya mengisi sisi kiri dalam formasi tiga bek yang menjadi ciri permainan tim. Status bek berkaki kiri dengan postur menjulang membuatnya dianggap sebagai profil yang tepat untuk sistem tersebut.
Kesan pertama datang lewat laga uji coba melawan RB Leipzig di Elland Road pada Juli. Saat itu Muharemovic melakukan tekel keras di depan South Stand, dan seisi stadion langsung bersorak. Momen sederhana itu rupanya membekas di ingatan mantan manajer Leeds, Simon Grayson, yang yakin sang pemain akan cepat diterima publik.
“Dia melakukan tekel tepat di depan South Stand dan seluruh stadion meledak. Saya langsung berpikir, ‘kamu akan cocok dengan klub ini’,” kata Grayson mengenang laga tersebut.
Jejak Karier: dari Austria, Turin, sampai Yorkshire
Perjalanan Muharemovic tidak berjalan di satu negara saja. Ia lahir di Slovenia, tumbuh besar di Austria, dan mulai dikenal di Italia sebelum akhirnya berkiprah di Inggris. Orang tuanya meninggalkan Bosnia-Herzegovina saat perang berkecamuk pada 1992-1995, menetap di Slovenia, lalu memindahkan keluarga ke Austria. Meski demikian, identitas dan bahasa Bosnia tetap dijaga erat di keluarganya.
Debut profesionalnya terjadi pada usia 18 tahun bersama Wolfsberger di Bundesliga Austria pada 2021. Baru enam kali tampil di level senior, Juventus sudah memboyongnya. Di Turin ia menghabiskan waktu bersama tim Next Gen dengan 57 penampilan di Serie C, bahkan sempat menjadi rekan setim Dean Huijsen yang kini membela Real Madrid. Meski tak pernah turun di laga resmi tim utama, ia rutin berlatih bersama skuad senior dan belajar langsung dari Leonardo Bonucci serta Giorgio Chiellini.
“Sulit menjadi pemain tim utama di Juventus. Tapi ketika berlatih dengan mereka, Bonucci dan Chiellini justru yang pertama menghampiri dan memberi tahu bagaimana cara bertahan,” ujar Muharemovic soal masa-masanya di Turin.
Setelah Juventus, Sassuolo menjadi pelabuhan berikutnya, awalnya sebagai pemain pinjaman pada 2024 dan kemudian dipermanenkan. Bersama Sassuolo ia membantu tim finis di posisi ke-11 pada musim pertama mereka kembali ke Serie A. Di level internasional, ia debut untuk Bosnia-Herzegovina pada usia 21 tahun dalam kekalahan 3-0 dari Inggris di St James’ Park, tak lama sebelum Euro 2024. Selain sepak bola, kemampuannya berbahasa Bosnia, Jerman, Inggris, Italia, dan Slovenia menjadi nilai tambah tersendiri.
Terjebak dalam Badai Kontroversi Piala Dunia
Nama Muharemovic meledak ke permukaan bukan hanya karena performanya, tetapi juga karena insiden di Piala Dunia. Pada 2 Juli, dalam kekalahan 2-0 Bosnia-Herzegovina dari tuan rumah bersama Amerika Serikat di babak 32 besar, ia dilanggar oleh Folarin Balogun. Wasit meninjau ulang lewat video dan memberi kartu merah kepada penyerang Amerika itu.
Keputusan tersebut semestinya membuat Balogun absen di laga berikutnya melawan Belgia. Namun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta keputusan itu ditinjau kembali. Komite disiplin lantas menangguhkan larangan bermain, dan Balogun tampil di babak 16 besar, ketika Belgia menang 4-1.
“Setelah tekel itu, media benar-benar meledak. Saya ada di mana-mana, di setiap situs media. Saya hanya bersyukur bisa keluar dari situasi itu tanpa cedera,” kata Muharemovic kepada The Athletic tentang salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah Piala Dunia tersebut.
Bukti Nyata di Lapangan: Data dan Pujian
Di atas lapangan, kontribusi Muharemovic terlihat jelas. Leeds menjadi tim dengan pertahanan terbaik kedua di Premier League setelah Arsenal, dengan hanya enam gol kebobolan dan tiga clean sheet dalam delapan laga pembuka. Sang bek mencatat lebih banyak sapuan bola via sundulan dibanding pemain mana pun di liga, plus tiga kontribusi gol berupa satu gol dan dua assist dari 10 penampilan di liga dan kompetisi cup. Ia belum pernah absen satu menit pun di Premier League, periode di mana Leeds mengumpulkan 11 poin dari dua kemenangan, lima hasil imbang, dan satu kekalahan.
Kemampuannya tidak hanya soal duel udara. Umpan tumitnya menjadi assist bagi gol Dominic Calvert-Lewin saat Leeds menghancurkan Newcastle 4-1 pada September, bukti bahwa ada sentuhan teknis halus di balik gaya mainnya yang lugas. Mantan kiper Leeds dan Inggris, Paul Robinson, bahkan menyebut kepergian Struijk nyaris tidak terasa.
“Pujian terbesar untuk Muharemovic adalah tidak ada yang membicarakan kepergian Struijk. Dia contoh nyata manajer diberi kebebasan merekrut pemain yang sesuai sistemnya. Dia bermain di sisi kiri dari tiga bek dan berkaki kiri. Sebuah rekrutan luar biasa,” ujar Robinson.
Grayson menambahkan bahwa kesan positif itu sudah terlihat sejak menit-menit awal melawan Leipzig. “Dari menit pertama dia terlihat sangat nyaman dengan bola. Saya melihat cukup banyak dalam 20 menit pertama laga itu untuk berpikir dia akan jadi talenta istimewa, dan sejak itu dia terus berkembang. Kaki kirinya terlatih, bisa memberi umpan pendek maupun jauh. Bermain di tiga bek sangat cocok untuknya,” katanya.
Barcelona, Liverpool, Bayern, dan Inter Mulai Memantau
Kualitas yang ditunjukkan Muharemovic memicu spekulasi soal masa depannya. Laporan menyebut Barcelona, Liverpool, Bayern Munich, dan Inter Milan sudah menaruh minat pada bek yang dikenal tegas dalam bertahan itu. Situasi ini memunculkan kekhawatiran tersendiri di kalangan pengamat Leeds.
“Muharemovic tampil begitu baik sehingga akan ada klub-klub yang melihatnya dan mencoba mendekatinya dalam beberapa bulan ke depan,” kata mantan penyerang Leeds, Lucy Ward, kepada BBC Sport.
Presenter podcast BBC “Don’t Go To Bed Just Yet”, Jonny Buchan, menyoroti risiko lain. Menurutnya, ada kemungkinan Muharemovic hanya menjadi pemain bersinar semusim di Leeds sebelum profilnya melambung dan klub besar datang meminang. Meski begitu, Grayson menilai bertahan lebih lama di Elland Road justru menguntungkan sang pemain.
“Saya tidak bodoh untuk berpikir dia tidak punya ambisi bermain di klub terbesar dunia. Tapi untuk sekarang? Kadang seorang pemain sudah merasa di rumah di klub tertentu, dan saya merasakan itu pada Muharemovic. Saya mendapat kesan dia mencintai Leeds, kotanya, dan para pendukungnya,” ujarnya.
Kedekatan dengan Fans dan Sosok di Balik Tribun
Perasaan itu berbalas. Pendukung Leeds menjulukinya “The Bosnian Brick Wall” atau tembok Bosnia, bukan hanya karena penampilan penuh semangatnya, tetapi juga karena sikapnya yang terbuka. Setelah kemenangan 4-1 atas Newcastle pada September, ia sempat berteriak ke kamera televisi: “United are back, United are back.” Momen itu langsung menjadi favorit di media sosial.
Yang menarik, ayahnya, Rasim, kini rutin terlihat berdiri di antara suporter Leeds di laga kandang maupun tandang. Muharemovic mengaku ayahnya sangat menikmati hal itu dan bahkan tak ingin melewatkan satu pun pertandingan Premier League musim ini. Sebelumnya, di Italia, sang ayah juga rajin menghadiri laga kandang dan sebagian laga tandang Sassuolo.
Dukungan keluarga itu menjadi latar emosional dari performa Muharemovic. Ia hampir selalu menyebut orang tuanya setiap kali berbicara tentang perkembangan kariernya, termasuk ketika mengenang perjalanan panjang dari Austria hingga ke Inggris.
Apa yang Bisa Diharapkan Selanjutnya
Leeds akan bertandang ke Bournemouth pada Sabtu pukul 15.00 GMT dengan modal rekor pertahanan yang solid. Kehadiran Muharemovic memberi manajer fleksibilitas taktik, terutama karena kemampuannya membangun serangan dari belakang dengan kaki kiri. Dalam konteks Premier League yang makin kompetitif, bek yang bisa bertahan sekaligus memulai serangan merupakan aset langka yang harganya terus naik.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah 34,1 juta poundsterling itu terlalu mahal, melainkan apakah Leeds sanggup menahan gelombang minat dari klub-klub elite Eropa. Jika performa ini berlanjut hingga akhir musim, namanya hampir pasti masuk dalam perdebatan pembelian terbaik Premier League. Bagi Leeds, itu adalah kabar baik sekaligus tantangan besar: memiliki pemain sekaliber ini lebih mudah daripada mempertahankannya.