Ella Toone dipanggil timnas Inggris secara mendadak untuk dua laga play-off Piala Dunia Wanita melawan Yunani. Gelandang Manchester United itu semula tidak masuk daftar skuad awal, tetapi namanya ditarik masuk pada menit-menit terakhir setelah pelatih kepala Sarina Wiegman menilai responsnya terhadap keputusan awal sangat positif.
Panggilan tersebut menjadi salah satu dinamika terakhir sebelum skuad Singa Betina bertanding, dan sekaligus menandai perubahan komposisi di lini tengah. Di saat yang sama, Inggris kehilangan satu pemain senior karena bek Chelsea Lucy Bronze memilih mundur dari skuad untuk menangani cedera ringan. Dua kabar ini muncul bersamaan, hanya berselang sehari sebelum leg pertama digelar di Yunani.

Siapa yang Masuk dan Siapa yang Tetap di Luar Skuad
Toone sebelumnya tidak disertakan dalam daftar skuad awal untuk laga play-off melawan Yunani. Nasib serupa dialami penyerang sayap Arsenal, Chloe Kelly, yang juga tidak masuk dalam pemanggilan pertama. Keduanya sempat berada di luar rencana Wiegman sebelum akhirnya Toone mendapat panggilan susulan.
Keputusan menarik Toone kembali bukan tanpa dasar. Sepanjang kariernya, ia telah mengoleksi 24 gol dalam 69 penampilan bersama tim senior Inggris. Ia juga merupakan bagian dari skuad yang menjuarai Euro 2022 dan Euro 2025, serta menjadi starter saat Inggris kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2023.
Rekam jejak itu membuat kehadirannya di skuad tetap bernilai, meski ia sempat tersingkir dari daftar awal. Pengalaman bermain di turnamen besar menjadi salah satu hal yang sulit digantikan oleh pemain yang belum pernah merasakan tekanan laga krusial. Karena itu, kembalinya Toone dinilai memberi Inggris opsi tambahan di sektor tengah.
Alasan Wiegman Mencoret Toone dan Kelly di Awal
Wiegman menjelaskan bahwa keputusan awal tidak menyertakan Toone dan Kelly berkaitan dengan performa keduanya dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kedua pemain belum menunjukkan permainan sesuai potensi yang ia harapkan. Pernyataan itu ia sampaikan secara terbuka saat mengumumkan skuad.
Bagi seorang pelatih, penilaian semacam ini lazim dilakukan menjelang laga yang menentukan langkah tim di kompetisi internasional. Wiegman ingin memastikan setiap pemain yang dibawa berada dalam kondisi terbaik, baik secara fisik maupun mental. Keputusan itu memang keras, tetapi menjadi bagian dari standar yang ia terapkan di skuad Inggris.
Meski begitu, pintu bagi Toone ternyata tidak benar-benar tertutup. Setelah namanya absen dari daftar, ia justru menjalani program latihan individu di Spanyol bersama keluarganya. Kamp latihan itu sudah ia rencanakan sendiri sebagai bentuk persiapan mandiri.
Respons Toone dan Pujian Wiegman
Toone mengaku kecewa berat ketika pertama kali mengetahui namanya tidak masuk skuad. Ia menyebut pekan tersebut sebagai periode yang sangat sulit dan menegaskan bahwa kabar itu bukan sesuatu yang ingin diterima pemain mana pun. Namun, ia tidak larut dalam kekecewaan dan memilih mengambil langkah nyata.
Wiegman mengaku terkesan dengan sikap tersebut. Kepada BBC Radio 5 Live, ia menyatakan bahwa Toone langsung menunjukkan keinginan untuk melakukan apa yang diperlukan setelah menerima keputusan itu. Menurutnya, Toone berlatih keras di Spanyol sekaligus memanfaatkan waktu untuk menenangkan diri dan mencari ruang berpikir.
“Saya sangat terkesan dan sangat senang dia melakukannya, dan saya senang dia mengungkapkan isi hatinya,” ujar Wiegman. Ia menambahkan bahwa meski Toone diliputi banyak emosi, pemain itu segera ingin memperbaiki keadaan. Sikap itu, kata Wiegman, menunjukkan ketangguhan dan kegigihannya untuk kembali.
Toone kemudian bergabung dengan skuad Inggris di Yunani pada Kamis, tepat sehari sebelum leg pertama dimainkan. Ia datang dari Spanyol, tempat ia menjalani kamp latihan individu yang sudah ia pesan sebelumnya. Perjalanan itu menjadi penutup dari pekan yang penuh gejolak bagi gelandang berusia muda tersebut.
Lucy Bronze Mundur karena Cedera Ringan
Di sisi lain, Inggris harus kehilangan Lucy Bronze yang memutuskan meninggalkan skuad. Bek Chelsea itu kembali ke klubnya untuk menangani cedera ringan yang ia alami saat berlaga di kompetisi liga akhir pekan lalu melawan West Ham. Kepergiannya mengurangi pengalaman di lini belakang skuad Singa Betina.
Bronze merupakan salah satu pemain senior yang biasanya menjadi andalan di sektor pertahanan. Cedera ringan memang tidak selalu berdampak panjang, tetapi keputusan menariknya dari skuad menunjukkan pendekatan hati-hati dari tim medis dan pelatih. Pemulihan di klub dianggap lebih tepat agar kondisinya tidak memburuk.
Meski demikian, mundurnya Bronze tidak mengurangi jumlah laga yang harus dihadapi Inggris. Skuad tetap dituntut tampil maksimal di dua pertemuan melawan Yunani yang menentukan kelanjutan langkah mereka. Rotasi pemain di lini belakang pun menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi Wiegman.
Jadwal Play-off dan Peluang ke Piala Dunia
Skuad Inggris tiba di Kreta pada Rabu malam untuk bersiap menghadapi leg pertama melawan Yunani. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Pankritio, Heraklion, pada Jumat. Setelah itu, leg kedua digelar di King Power Stadium, markas Leicester City, pada Selasa, 13 Oktober.
Pemenang duel ini belum langsung memastikan tiket ke putaran final. Mereka masih harus menghadapi salah satu dari Slovakia atau Ukraina pada 26 November dan 5 Desember dalam play-off dua leg. Hasil dari pertemuan tersebut yang akan menentukan tim mana yang melaju ke Piala Dunia Wanita tahun depan.
Putaran final Piala Dunia Wanita sendiri akan berlangsung di Brasil pada 24 Juni hingga 25 Juli. Artinya, setiap laga play-off menjadi langkah krusial yang menentukan apakah Inggris bisa ikut ambil bagian di turnamen terbesar sepak bola wanita tersebut. Tekanan untuk tampil konsisten pun terasa lebih besar dibanding laga uji coba biasa.
Di luar urusan lapangan, sosok Toone juga tengah menjadi sorotan melalui program dokumenter bertajuk “24 Hours With Ella Toone”. Program yang dirilis 29 Mei 2026 itu menyuguhkan akses di balik layar saat ia bersiap menyambut pernikahannya, sekaligus berusaha menerima kepergian ayahnya yang menjadi pendukung terbesarnya.
Kesimpulan
Panggilan susulan untuk Ella Toone menjadi bukti bahwa sikap dan kerja keras setelah menerima keputusan pahit bisa membuka peluang baru. Wiegman menilai ketangguhan pemainnya dalam menghadapi kekecewaan sebagai hal yang berharga, terutama menjelang laga-laga menentukan. Sementara itu, mundurnya Lucy Bronze membuat Inggris harus menata ulang lini belakangnya.
Dua laga melawan Yunani akan menjadi ujian pertama, dengan tiket ke play-off berikutnya menanti bagi siapa pun yang lolos. Bagi Toone, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa keputusan Wiegman memanggilnya kembali tepat adanya. Bagi Inggris, hasil di Heraklion dan Leicester akan menentukan seberapa jauh langkah mereka menuju Brasil.