Masa depan Harvey Elliott di Liverpool semakin menjadi tanda tanya besar. Gelandang serang berusia 23 tahun itu tidak masuk dalam daftar skuad The Reds saat melawan Newcastle United pada akhir pekan pembuka Premier League. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa ia bisa segera meninggalkan Anfield sebelum bursa transfer musim panas ditutup.
Elliott baru saja melewati masa peminjaman yang berat di Aston Villa musim lalu. Dengan kontraknya yang tersisa kurang dari satu tahun dan persaingan di lini tengah Liverpool yang semakin ketat, semua pihak kini dituntut mengambil keputusan besar. Hingga saat ini, belum ada satu pun tawaran resmi yang masuk untuk pemain Inggris tersebut.
Masa Depan Harvey Elliott di Liverpool Kian Terancam
Sebelum dicoret total, Elliott sebenarnya sempat menjadi starter dalam dua pertandingan pramusim perdana arahan Andoni Iraola, termasuk saat Liverpool menghadapi Wrexham di New York. Namun begitu para pemain yang tampil di Piala Dunia Klub mulai kembali bergabung, peran Elliott berangsur menghilang. Ia kembali duduk di bangku cadangan, dan akhirnya tidak masuk skuad sama sekali untuk laga tandang ke Newcastle.
Liverpool memastikan bahwa pencoretan ini bukan karena cedera maupun masalah transfer. Klub juga belum menerima tawaran apa pun untuk Elliott, yang musim lalu menghabiskan waktu sebagai pemain pinjaman di Aston Villa. Dengan kata lain, keputusan ini murni diambil dari sisi teknis oleh pelatih.
Yang membuat situasi ini semakin rumit adalah masa kontrak Elliott yang tinggal menyisakan waktu kurang dari satu musim. Jika tidak mendapat jaminan tampil di tim utama, ia jelas membutuhkan klub lain yang bisa memberinya menit bermain. Kalau tidak, ia berisiko kembali kehilangan satu musim berharga seperti yang terjadi tahun lalu.
Kisah Peminjaman yang Mengecewakan di Aston Villa
Musim lalu, Elliott dipinjamkan ke Aston Villa dengan harapan bisa mendapatkan waktu bermain yang jauh lebih banyak. Kenyataannya, ia hanya tampil dalam sembilan pertandingan dengan total 277 menit. Villa sendiri sudah mengambil keputusan sejak awal musim untuk tidak memicu klausul kewajiban pembelian senilai £35 juta seandainya Elliott mencatatkan sepuluh penampilan.
Unai Emery yang menangani Villa saat itu menyebut situasi ini “memalukan” bagi semua pihak. Namun dari sisi klub, profesionalisme dan sikap positif Elliott selama menjalani musim yang sulit itu tetap diakui. Elliott sendiri menilai pengalaman tersebut sebagai kurva pembelajaran, meski ia mengaku tidak akan mendoakan hal serupa terjadi pada pemain lain.
Musim itu Villa sukses mengangkat trofi Europa League, tetapi Elliott hanya bisa menyaksikan dari bangku cadangan. Alih-alih menjadi batu loncatan, peminjaman ini justru menghabiskan satu tahun berharga dalam perjalanan kariernya. Ia pun kembali ke Liverpool lebih awal dari jadwal untuk memulai persiapan musim baru.
Sikap Elliott dan Apresiasi Andoni Iraola
Saat berbicara sekitar sebulan lalu di Yankee Stadium, New York, Elliott mengungkapkan perasaannya secara terbuka. Ia menegaskan cintanya pada Liverpool, klub yang didukungnya sejak kecil, dan keinginannya untuk kembali menikmati sepak bola. Saking besarnya sambutan itu, ketika ia masuk dari bangku cadangan melawan Monaco di Anfield, keempat sisi stadion berdiri memberikan tepuk tangan. Baginya, musim panas ini adalah kesempatan kedua setelah setahun terakhir yang penuh tekanan.
Elliott juga tidak ragu menyebut dirinya akan bersikap “egois” demi kebaikan kariernya. “Pada akhirnya, saya tetap ingin egois dan melakukan yang terbaik untuk diri saya. Entah itu bertahan di sini dan memperebutkan tempat, atau mungkin pindah ke tempat lain, saya masih belum yakin sampai mendapat informasi lebih banyak,” ujarnya. Ia bahkan sempat mengatakan akan berbicara dengan Iraola pada waktu yang tepat.
Andoni Iraola sendiri sempat memberikan sinyal positif. Dalam jumpa pers perdananya, pelatih asal Spanyol itu mengaku melihat semangat besar dari diri Elliott. Ia juga mengapresiasi Elliott yang datang lebih awal ke pramusim. Iraola memahami bahwa musim lalu menjadi periode sulit bagi sang pemain karena situasi aneh di Villa yang membuatnya jarang dimainkan.
Satu Pekan Terakhir di Bursa Transfer
Bursa transfer musim panas ini hanya menyisakan sekitar satu pekan lagi, dan masa depan Elliott harus segera menemukan kejelasan. Liverpool sendiri disebut-sebut masih akan mendatangkan pemain penyerang tambahan sebelum jendela transfer ditutup. Jika itu terjadi, ruang bagi Elliott untuk masuk ke skuad utama akan semakin sempit.
Opsi yang paling memungkinkan bagi Elliott adalah pindah ke klub Premier League yang lebih rendah atau bergabung dengan tim lain di Eropa. Yang terpenting baginya adalah jaminan untuk bermain secara reguler. Ini menjadi pertimbangan utama, mengingat ia tidak bisa lagi membiarkan satu musim berlalu tanpa kontribusi yang berarti.
Keputusan harus diambil dengan cermat oleh semua pihak. Liverpool tentu tidak ingin kehilangan pemain muda berbakat secara gratis pada musim panas berikutnya. Elliott pun tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dengan bertahan di tempat yang tidak bisa memaksimalkan potensinya.
Kualitas yang Masih Dimiliki Elliott
Meski musim di Villa berjalan buruk, rekam jejak Elliott di Liverpool sebenarnya tetap mengesankan. Beberapa catatan berikut cukup untuk menjelaskan kualitas yang masih ia miliki di usianya yang baru menginjak 23 tahun. Semua catatan ini ia kumpulkan bersama The Reds di berbagai kompetisi.
- Mencetak 15 gol dan 21 assist dalam semua kompetisi bersama Liverpool.
- Mencetak gol kemenangan untuk Liverpool saat bertandang ke markas PSG.
- Dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen ketika Inggris U-21 juara Eropa 2025.
Elliott dikenal sebagai gelandang yang rapi dalam mengolah bola dan tidak takut mengambil risiko. Gaya bermainnya yang berani itu yang membuatnya dihargai di Anfield. Namun di musim 2024-25, ia hanya mendapatkan satu kesempatan menjadi starter di Premier League ketika Liverpool juara di bawah Arne Slot.
Karena itu, kepergiannya ke Villa musim panas lalu sebenarnya dimotivasi oleh kebutuhan akan waktu bermain. Sayangnya, rencana itu gagal total. Kini Elliott kembali berada di titik yang sama: butuh kepastian untuk bermain secara reguler.
Menanti Keputusan di Pekan Terakhir
Kini semua pihak hanya bisa menunggu keputusan apa yang akan diambil Elliott dan Liverpool. Di satu sisi, Liverpool tidak ingin kehilangan pemain berbakat secara percuma. Di sisi lain, Elliott tidak mau mengorbankan satu musim lagi untuk duduk di bangku cadangan.
Jika akhirnya pergi, Elliott tetap akan meninggalkan Anfield dengan kenangan manis. Jika bertahan, ia harus siap bertarung lebih keras demi mendapatkan tempat di skuad Iraola. Apa pun pilihannya, pekan-pekan terakhir bursa transfer ini akan sangat menentukan arah kariernya.
