resep slot

Martin O’Neill: 300 Tiket Celtic di Ibrox? Lebih Baik Nol

Martin O’Neill menegaskan bahwa dirinya lebih memilih Celtic tidak mendapatkan jatah tiket sama sekali daripada hanya diberi 300 tiket untuk laga perempat final Piala Liga melawan Rangers di Ibrox bulan depan. Baginya, tiket sebanyak itu tidak ada artinya bagi para pendukung yang ingin mendampingi timnya. Pernyataan tegas ini disampaikan O’Neill setelah Celtic meraih kemenangan 2-1 atas Falkirk.

Rangers mengonfirmasi alokasi tiket Celtic di Ibrox pada Jumat, hanya beberapa jam setelah Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) menjatuhkan sanksi kepada kedua klub untuk bermain di belakang pintu tertutup pada laga kandang berikutnya di Piala Skotlandia. Sanksi tersebut merupakan buntut dari kerusuhan penonton pada laga perempat final Piala Skotlandia musim lalu di Ibrox. Saat itu, sekitar 8.000 pendukung Celtic hadir, jumlah yang jauh lebih besar daripada jatah fans tandang pada pertemuan liga.

O’Neill Soal Tiket Celtic di Ibrox: Lebih Baik Nol

“Kalau begitu, lebih baik kami tidak mendapat tiket sama sekali,” ujar O’Neill. Baginya, laga antara Celtic dan Rangers tetap menjadi salah satu pertandingan terbesar, meskipun kualitas kedua tim tidak selevel Paris Saint-Germain atau Real Madrid. Ia menegaskan bahwa duel Old Firm ini tetap menjadi laga yang fantastis.

O’Neill juga menyoroti pentingnya kehadiran fans tandang dalam menciptakan atmosfer pertandingan. Menurutnya, banyak orang tidak menyadari seberapa besar laga ini di mata publik Eropa dan dunia. Atmosfer terbaik, kata dia, justru lahir ketika pendukung tim tamu mendapatkan jatah tiket yang layak, sehingga pembatasan ini sangat disayangkan.

Ia kemudian menegaskan sikapnya dengan tegas. “Sangat jelas, jika mereka memberi kami 300 tiket, saya lebih suka bilang ‘tidak’. Dan kami akan memberi mereka satu [tiket],” katanya. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa ia lebih memilih tidak hadir daripada menerima perlakuan yang dinilainya tidak layak.

Kronologi Sanksi di Balik Pembatasan Tiket

Keputusan Rangers memberikan hanya 300 tiket kepada Celtic tidak bisa dilepaskan dari rentetan peristiwa yang terjadi musim lalu. Ketika Celtic menang adu penalti atas Rangers di perempat final Piala Skotlandia di Ibrox, sekitar 8.000 pendukung tim tamu hadir menyaksikan laga tersebut. Jumlah itu sekitar empat kali lipat dari jumlah fans tandang yang biasanya hadir pada pertemuan Premiership antara kedua tim.

Perbedaan ini terjadi karena aturan tiket untuk laga Piala Skotlandia memang berbeda dengan laga liga. Akibat kerusuhan penonton yang terjadi setelah laga itulah, SFA menjatuhkan sanksi kepada kedua klub untuk memainkan laga kandang berikutnya di Piala Skotlandia tanpa penonton. Tak lama setelah pengumuman itu, Rangers mengonfirmasi alokasi tiket yang sangat minim untuk Celtic.

Sanksi dan pembatasan tiket ini menunjukkan bagaimana dampak kerusuhan penonton bisa berlapis. Bukan hanya klub yang dihukum, tetapi para pendukung yang tidak bersalah juga kehilangan kesempatan menyaksikan timnya secara langsung. Celakanya, momen yang hilang itu adalah laga Old Firm yang selalu dinanti-nanti.

Dampak Pembatasan Tiket pada Atmosfer Old Firm

Bagi O’Neill, pengurangan jatah tiket tandang ini merusak esensi dari laga Old Firm. Ia menegaskan bahwa atmosfer terbaik selalu tercipta ketika pendukung tim tamu hadir dalam jumlah besar. Tanpa kehadiran mereka, laga kehilangan gairah yang selama ini menjadi ciri khas duel Celtic kontra Rangers.

Hal ini juga menjadi pukulan tersendiri bagi para pendukung Celtic yang ingin mendampingi timnya di Ibrox. Padahal, laga perempat final Piala Liga ini termasuk salah satu momen yang paling dinanti dalam kalender. Dengan hanya 300 tiket, sebagian besar fans dipastikan harus menyaksikan laga dari layar televisi.

Dukungan Fans yang Tak Terduga di Parkhead

Di tengah hiruk-pikuk soal tiket, suasana di Parkhead pada Sabtu justru menunjukkan hal yang sebaliknya. Ketidakpuasan fans terhadap tersingkirnya Celtic dari playoff Liga Champions oleh LASK sempat terlihat lewat spanduk bertuliskan ‘World Class Embarrassment’ (Memalukan Kelas Dunia). Namun, secara keseluruhan, suasana yang tercipta lebih mendukung daripada kecut.

O’Neill pun mengaku terkejut dengan sambutan hangat yang diberikan pendukung saat timnya tiba di stadion. Menurutnya, sorakan itu tidak terduga dan mungkin tidak pantas diterima timnya. “Saya sangat senang,” ujarnya. Adapun kemenangan 2-1 atas Falkirk memang tidak indah, tetapi sangat penting.

Dua gol Camilo Duran membawa Celtic unggul atas Falkirk, tetapi gol bunuh diri Colby Donovan membuat 20 menit terakhir berjalan menegangkan. Momen lain yang mencuri perhatian adalah sambutan meriah untuk Luke McCowan saat masuk sebagai pemain pengganti. McCowan sempat menjadi sasaran kritik pedas di media sosial setelah penampilannya di Linz.

Mantan kapten Celtic, Scott Brown, memuji sikap para pendukung yang menyambut McCowan dengan tepuk tangan. “Mereka fans sejati yang datang ke stadion, bukan yang bersembunyi di balik keyboard,” ujarnya kepada BBC Scotland. Brown menilai perlakuan terhadap McCowan tidak menghormati, apalagi pemain itu sampai menghapus akun media sosialnya. Ia juga memuji karakter McCowan yang mampu bangkit dan tetap memberikan yang terbaik untuk Celtic.

O’Neill Berburu Pemain Baru Sebelum Deadline

Selain soal tiket, O’Neill juga angkat bicara mengenai kebutuhan timnya di bursa transfer. Ia mengaku masih berharap bisa mendatangkan pemain baru sebelum tenggat waktu Kamis pukul 17.00 waktu setempat. “Jika kami ingin mempertahankan gelar dan berbuat sesuatu di Liga Europa, kami butuh kedalaman skuad yang lebih baik. Itu sudah jelas,” katanya kepada BBC Scotland.

Kekhawatiran terbesar saat ini ada di posisi bek kiri. Kieran Tierney memang pemain yang berpengaruh, tetapi ia kerap kesulitan menyelesaikan pertandingan. Belum ada alternatif yang jelas setelah Marcelo Saracchi hengkang, dan O’Neill mengonfirmasi bahwa Tierney kembali mengalami cedera saat melawan Falkirk dengan tingkat keparahan yang belum diketahui.

Scott Brown meyakini Celtic akan mendatangkan bek kiri baru dan mungkin satu bek tengah lagi. Ia juga menyoroti kepergian Arne Engels ke West Ham yang meninggalkan celah cukup besar di lini tengah. “Mereka butuh pemain bertipe kekar di tengah, terutama di Eropa. Mereka kehilangan fisik dan didominasi lawan saat melawan LASK,” tuturnya. Brown menambahkan bahwa O’Neill akan terus mendorong manajemen klub untuk bergerak di bursa transfer.

Singkatnya, sikap O’Neill terhadap alokasi 300 tiket ini sangat jelas: lebih baik tidak dapat sama sekali daripada hadir dengan dukungan yang minim. Keputusan Rangers yang merupakan buntut dari sanksi SFA semakin mengubah wajah laga Old Firm yang selama ini dikenal penuh atmosfer. Di tengah semua itu, Celtic tetap harus melaju, baik di lapangan maupun di bursa transfer, demi menjaga asa mempertahankan gelar dan berbicara banyak di Eropa.

Exit mobile version