Situs berita bola

Ryan Naderi, Motor Kebangkitan Rangers di Liga Skotlandia

Ryan Naderi mencetak dua gol di babak pertama ketika Rangers menundukkan Kilmarnock, membawa tim asuhan Derek McInnes meraih kemenangan liga keenam secara beruntun sekaligus naik ke puncak klasemen Scottish Premiership. Penampilan Ryan Naderi menjadi sorotan utama karena ia mampu menjaga ketajaman meski jadwal tim sempat terganggu jeda internasional yang panjang. Hasil itu sekaligus menegaskan kebangkitan Rangers setelah sebelumnya menelan kekecewaan tersingkir dari kompetisi Eropa dan hanya mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan pembuka Premiership.

Saat ini Rangers unggul satu poin atas Celtic, yang baru akan bertandang ke markas Motherwell pada Minggu dengan tekanan besar untuk merebut kembali posisi puncak. Selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada rapatnya lini belakang Rangers, yang hanya kebobolan satu gol liga dalam lima laga Premiership sebelumnya. Namun di sektor depan, Naderi justru menjawab keraguan banyak pihak yang semula meragukan kemampuannya memberi kontribusi secara konsisten.

Dua Gol Naderi yang Menentukan di Laga Kontra Kilmarnock

Naderi membuka keunggulan Rangers lewat dua gol yang lahir di paruh pertama pertandingan. Berkat aksinya, tuan rumah sudah memimpin 3-0 saat turun minum dan tampak mengendalikan permainan sepenuhnya. Dua gol tersebut terbukti menjadi penentu hasil akhir, karena Kilmarnock hanya mampu membalas satu kali lewat gol hiburan Nicky Clesenco di penghujung laga.

McInnes mengakui bahwa penampilan timnya di babak kedua jauh dari standar yang ia harapkan. Ia menyebut kelelahan serta jeda pertandingan yang terlalu panjang sebagai penyebab anak asuhnya tidak mampu melanjutkan dominasi seperti di babak pertama. Meski begitu, ia tetap menekankan bahwa yang terpenting adalah tiga poin berhasil diamankan.

Kemenangan ini menambah catatan impresif Rangers, yang kini telah mengumpulkan tujuh kemenangan beruntun di seluruh kompetisi. Rekor pertahanan mereka yang solid berpadu dengan ketajaman para penyerang, termasuk Naderi, membuat sebagian pendukung mulai percaya bahwa musim ini bisa menjadi musim mereka.

Jalan Panjang Naderi dari Hansa Rostock ke Panggung Utama Skotlandia

Naderi bukan nama yang langsung diterima dengan tangan terbuka oleh sebagian suporter Rangers. Penyerang kelahiran Jerman yang membela timnas Republik Ceko itu bergabung pada Februari dari klub kasta ketiga Liga Jerman, Hansa Rostock, ketika usianya masih 23 tahun. Pada musim pertamanya, ia hanya mencetak satu gol liga, ditambah dua gol saat Rangers menghancurkan Queen’s Park di Piala Liga.

Catatan itu membuat banyak pengamat ragu bahwa ia memiliki kualitas untuk menjadi penyerang utama klub sebesar Rangers. Keraguan tersebut kian wajar mengingat ia sempat kesulitan beradaptasi dengan tempo dan fisik sepak bola Skotlandia. Namun, penilaian itu perlahan sirna seiring meningkatnya performa Naderi musim ini.

Peluang besar datang ketika Lawrence Shankland dan Youssef Chermiti harus menepi karena cedera. Naderi memanfaatkan situasi itu dengan baik, mengemas enam gol dan tiga assist, banyak di antaranya berupa momen-momen krusial. Salah satu kontribusi pentingnya adalah assist saat Bojan Miovski mencetak gol kemenangan dramatis melawan St Mirren.

Ia juga tercatat mencetak gol kemenangan melawan Motherwell dan Celtic, sementara dua golnya ke gawang Kilmarnock menjadi penentu tiga poin. Tambahan tiga gol dari dua laga liga terakhir membuat posisinya semakin kokoh. Sebagai pelengkap, Naderi baru saja menjalani debut bersama timnas Ceko pekan lalu.

Pujian Lovenkrands: Gaya Main Naderi Mengingatkan pada Thomas Muller

Mantan penyerang Rangers, Peter Lovenkrands, mengaku terkesan dengan perkembangan Naderi. Menurutnya, Naderi kerap melakukan hal-hal yang membuat orang bertanya-tanya bagaimana ia bisa melakukannya. Lovenkrands bahkan menyebut gaya bermain penyerang berusia 23 tahun itu mengingatkan pada legenda Jerman, Thomas Muller.

“Ia mengingatkan saya banyak pada Thomas Muller — kadang tidak enak dilihat, tetapi ia menciptakan peluang karena caranya sangat tidak lazim,” kata Lovenkrands dalam program BBC Sportsound. Lovenkrands menilai keunikan itu justru menjadi kekuatan Naderi, sebab bek lawan sulit memprediksi pergerakannya. Penilaian tersebut memberi pembenaran atas keputusan McInnes yang terus memberi kepercayaan kepadanya.

Sang manajer sendiri mengakui bahwa Naderi telah tampil maksimal di waktu yang tepat. “Ya, dan ia pantas mendapatkannya. Ia selalu menjadi anak yang jujur dan mau menekan bek lawan,” ujar McInnes. Ia menambahkan bahwa Naderi bukan tipe penyerang yang menciptakan peluang sendiri, sehingga sangat bergantung pada suplai bola dari rekan setim.

“Jika kami mengirim bola ke kotak penalti, seperti yang kami lakukan di babak pertama, ia akan terlihat berbahaya,” lanjut McInnes. Ia juga menegaskan bahwa klub memang membutuhkan sosok yang rutin mencetak gol, dan ia senang melihat Naderi mulai mengisi peran itu. “Ia menjalani beberapa pekan yang luar biasa. Semua orang senang untuknya.”

Dampak bagi Rangers: Pertahanan Solid dan Identitas Baru McInnes

Kebangkitan Rangers tidak hanya bertumpu pada ketajaman Naderi. Sebelum gol hiburan Kilmarnock, mereka hanya kebobolan satu gol liga dalam lima pertandingan Premiership sebelumnya. Kombinasi antara lini belakang yang rapat dan penyerang yang mulai produktif membuat Rangers terlihat jauh lebih seimbang dibanding awal musim.

Mantan gelandang Rangers, Andy Halliday, menilai tim asuhan McInnes kini jauh lebih mudah diprediksi hasilnya oleh para pendukung. Menurutnya, banyak pihak mulai memasuki pertandingan dengan keyakinan bahwa Rangers akan menang. Ia menyebut permainan Rangers sudah menunjukkan ciri khas khas McInnes, yakni solid dalam bertahan sekaligus tetap menciptakan peluang.

Meski begitu, Halliday mengakui bahwa sebagian kepercayaannya tidak hanya datang dari performa Rangers. Menurutnya, penurunan kualitas Celtic juga menjadi faktor yang membuat Rangers terlihat lebih unggul saat ini. Apa pun penyebabnya, tambahan poin dari laga-laga seperti melawan Kilmarnock menempatkan Rangers pada posisi yang menguntungkan dalam perebutan gelar.

Konteks Lebih Luas: Perebutan Gelar dan Tekanan pada Celtic

Posisi puncak klasemen ini menjadi yang pertama bagi Rangers musim ini, dan itu memberi arti psikologis tersendiri bagi skuad maupun pendukung. Setelah meraih gelar liga terakhir pada 2021, Rangers belum lagi merasakan gelar juara liga, sehingga harapan akan gelar baru kembali menguat. McInnes sendiri menegaskan bahwa timnya ingin “merasa baik tentang diri sendiri” setelah memimpin klasemen untuk pertama kalinya musim ini.

Di sisi lain, Celtic berada di bawah tekanan karena harus meraih hasil positif di kandang Motherwell agar bisa kembali ke puncak. Selisih satu poin membuat setiap hasil di pertandingan lain berdampak besar terhadap peta persaingan. Kondisi ini menjadikan setiap pekan berikutnya sebagai ujian mental bagi kedua tim.

Kemenangan melawan Kilmarnock juga memperlihatkan kemampuan Rangers bertahan dari gangguan ritme akibat jeda internasional. McInnes menyebut jeda tersebut terlalu panjang dan berdampak pada kondisi fisik para pemainnya. Namun, kemampuan beradaptasi dengan situasi seperti itu penting, terutama ketika jadwal domestik dan internasional mulai padat.

Kesimpulan

Ryan Naderi kini menjelma menjadi salah satu faktor terpenting di balik kebangkitan Rangers, mulai dari gol kemenangan melawan Celtic dan Motherwell hingga dua gol penentu ke gawang Kilmarnock. Keraguan yang sempat menyelimuti dirinya setelah bergabung dari Hansa Rostock lambat-laun memudar, digantikan oleh pujian atas kontribusinya yang nyata. Pujian dari Lovenkrands yang membandingkannya dengan Thomas Muller menegaskan bahwa gaya bermainnya yang tidak lazim justru menjadi nilai lebih.

Dengan tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi serta pertahanan yang kokoh, Rangers memiliki modal kuat untuk melanjutkan persaingan di puncak klasemen. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi, terutama karena Celtic masih menyimpan laga yang bisa mengubah posisi kedua tim. Jika Naderi dan rekan-rekannya mampu mempertahankan momentum ini, perburuan gelar pertama sejak 2021 akan terasa semakin realistis.

Exit mobile version