Situs berita bola

Wales vs Portugal: Jordan James Tegaskan Wales Tak Gentar

Gelandang Wales, Jordan James, menegaskan timnya tidak akan gentar ketika menghadapi Portugal pada laga pembuka Grup A4 Nations League di Lisbon, Kamis. Menurutnya, Wales sudah terbiasa berada di posisi underdog dan ingin memanfaatkan situasi itu untuk keuntungan sendiri. Duel Wales vs Portugal ini memang terlihat berat, terutama karena tuan rumah diperkuat deretan pemain kelas dunia.

Laga di Estádio José Alvalade itu menjadi pembuka yang menantang bagi Wales, yang baru saja kembali ke kasta teratas Nations League. Sejumlah pemain penting tidak bisa tampil, sehingga beban untuk menjaga keseimbangan tim berada di pundak pemain-pemain seperti James. Di sisi lain, Portugal datang dengan skuad bertabur bintang dan ambisi memulai kampanye dengan kemenangan.

Wales Datang dengan Skuad yang Tidak Lengkap

Wales sudah kehilangan Joe Rodon dan Dylan Lawlor sebelum tim berkumpul. Masalah bertambah ketika Karl Darlow, Nathan Broadhead, dan pemain andalan Harry Wilson menyusul menarik diri dari skuad. Kondisi ini memaksa pelatih menyusun ulang komposisi tim dengan pilihan yang jauh lebih terbatas.

Meski begitu, James menolak menjadikan absennya sejumlah nama sebagai alasan untuk menyerah sebelum bertanding. Ia menilai kualitas Portugal memang berada di level tertinggi dan tidak perlu disangkal. Menurutnya, satu-satunya cara Wales bersaing adalah dengan menerima kenyataan itu lalu bermain tanpa rasa takut.

“Mereka jelas pemain terbaik di dunia, tidak ada yang bisa ditutup-tutupi,” kata James, mengutip penilaiannya soal kekuatan Portugal. Ia menambahkan bahwa lawan memiliki pemain-pemain yang sudah pernah menjuarai Liga Champions dan berpengalaman di pertandingan terbesar. Wales, lanjutnya, terbiasa dianggap sebagai tim yang tidak diunggulkan.

Rekor Wales sendiri sedang tidak ideal. Tim berjuluk The Dragons itu belum meraih kemenangan sejak mengalahkan Makedonia Utara pada laga kualifikasi Piala Dunia November lalu. Karena itu, laga melawan Portugal sekaligus menjadi kesempatan untuk menghentikan tren kurang menyenangkan tersebut.

Modal Wales dan Kekuatan Portugal

Wales tidak datang tanpa bekal. Mereka kembali ke kasta teratas Nations League setelah menjuarai grup di League B pada 2024, sebuah capaian yang menunjukkan kemampuan mereka di level kompetisi ini. Promosi tersebut kini harus dibuktikan dengan menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih kuat.

Portugal bisa menurunkan sederet nama besar seperti Rúben Dias, João Cancelo, Nuno Mendes, Vitinha, João Neves, dan Bruno Fernandes. Belum lagi Cristiano Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun dan masih masuk dalam skuad. Kedalaman skuad seperti ini membuat Portugal dijagokan untuk mendominasi grup.

Informasi pertandingan yang perlu diketahui:

Duel Lini Tengah dan Kenangan Kroasia

James kemungkinan akan berhadapan langsung dengan salah satu lini tengah terbaik di sepak bola dunia saat ini. Pada laga terakhir Portugal, yakni kekalahan 1-0 dari Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia musim panas lalu, duet Paris Saint-Germain, Neves dan Vitinha, ditempatkan di dasar lini tengah dengan Bruno Fernandes, kapten Manchester United, bermain di depan mereka.

Meski menghadapi nama-nama besar, gelandang Wolverhampton Wanderers berusia muda itu bukan tanpa pengalaman. Ia pernah tampil mengesankan ketika Wales mengalahkan Kroasia pada Oktober 2023, laga di mana ia berhadapan dengan trio Luka Modric, Marcelo Brozovic, dan Mateo Kovacic. Saat itu usianya baru 19 tahun.

Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi James. Ia mengaku masih menyimpan kaus Kovacic dari pertandingan itu di kamarnya sebagai kenang-kenangan. Menurutnya, bisa bersaing dengan pemain terbaik di usia muda adalah kebanggaan tersendiri dan menjadi motivasi untuk terus menghadapi tantangan serupa.

Ronaldo, Sosok yang Dianggap Tak Manusiawi

James mengaku tidak merasa gugup menghadapi nama-nama besar, meski ia pernah sedikit terkesan berlebihan saat membela Leicester City melawan tim Coventry City asuhan Frank Lampard musim lalu. Sebab, mantan gelandang Inggris itu adalah idolanya sejak kecil. Situasi itu menunjukkan bahwa rasa kagum terhadap pemain besar tetap manusiawi bagi seorang pesepak bola muda.

Menghadapi Ronaldo memberi nuansa tersendiri bagi James. Ia lahir 11 bulan setelah Ronaldo pertama kali bergabung dengan Manchester United pada 2003, sehingga bisa berhadapan langsung dengan mantan penyerang Real Madrid itu terasa “agak gila” baginya. Selama karier internasionalnya, Ronaldo telah mencetak 146 gol bagi Portugal dalam rentang 23 tahun.

Bagi James, konsistensi seperti itu berada di luar batas kemampuan manusia biasa. Ia menyebut ada pemain-pemain yang seolah bukan manusia karena selalu tampil di momen-momen besar dan melakukannya berulang kali. Ia menyebut nama-nama seperti Lionel Messi, Neymar, dan Ronaldo sebagai contoh pemain dengan kualitas istimewa tersebut.

Peluang Underdog dan Apa yang Dipertaruhkan

James menyadari bahwa tidak banyak pihak yang memberi Wales peluang menang di Lisbon. Namun, ia menegaskan timnya tidak bisa dianggap remeh begitu saja dan tetap memiliki kans untuk menciptakan kejutan. Semangat itu menjadi modal mental yang penting ketika menghadapi lawan yang lebih diunggulkan secara kualitas pemain.

Bagi Wales, hasil di laga pembuka ini berpengaruh besar terhadap arah kampanye mereka di League A. Grup yang dihuni tim-tim kuat menuntut konsistensi sejak awal, karena setiap poin sangat berharga untuk menghindari tekanan di pertandingan berikutnya. Bermain lepas tanpa rasa takut menjadi pendekatan yang paling masuk akal.

Di sisi lain, Portugal berkepentingan memulai dengan kemenangan agar tidak kehilangan momentum sebagai salah satu kekuatan utama Eropa. Kekalahan dari Spanyol di Piala Dunia membuat mereka ingin segera membangun kembali kepercayaan diri. Pertemuan dengan Wales menjadi kesempatan pertama untuk itu.

Laga ini juga menjadi panggung bagi pemain-pemain muda seperti James untuk mengukur sejauh mana kemampuan mereka bersaing di level tertinggi. Pengalaman menghadapi Kroasia dua tahun lalu membuktikan bahwa kejutan di sepak bola internasional bukan hal yang mustahil. Wales jelas berharap pola serupa bisa terulang di Lisbon.

Kesimpulan

Wales melangkah ke laga melawan Portugal dengan skuad yang compang-camping, tetapi bukan tanpa keyakinan. Jordan James menjadi salah satu suara yang menegaskan bahwa rasa takut tidak boleh muncul, meski lawan memiliki deretan pemain terbaik dunia. Pengalaman mengalahkan Kroasia menjadi bukti bahwa Wales pernah melewati situasi serupa.

Hasil di Estádio José Alvalade akan menunjukkan apakah mental underdog itu cukup untuk menahan gempuran tim favorit. Apa pun hasilnya, laga Wales vs Portugal menjadi pembuka yang menarik untuk mengikuti perjalanan kedua tim di Grup A4 Nations League.

Exit mobile version