Michael Carrick membantah tegas anggapan bahwa skuad Manchester United terguncang oleh pernyataan kontroversial Lisandro Martinez. Pelatih kepala Manchester United itu menyatakan dirinya berbicara jujur ketika menegaskan bahwa timnya sudah melangkah melewati polemik yang mencuat seusai pertandingan di Madrid tersebut.
Polemik ini pecah setelah Martinez melontarkan kritik terbuka terhadap jajaran petinggi klub menyusul kekalahan 2-0 dari Atletico Madrid di Liga Champions. Komentarnya memicu gelombang reaksi, mulai dari mantan kapten United hingga legenda klub, dan menyeret nama direktur sepak bola Jason Wilcox ke pusat sorotan. Bagi Carrick, situasi ini datang di waktu yang kurang menguntungkan, karena ia sudah menghadapi tekanan akibat rentetan hasil buruk pasukannya.

Michael Carrick Tegaskan Skuad Tidak Terpengaruh
Berbicara dalam konferensi pers menjelang laga di pusat latihan Carrington, Carrick menolak anggapan bahwa komentar Martinez merusak suasana tim. Ia menyatakan bahwa banyak orang di luar klub berbicara tentang situasi yang sebenarnya tidak mereka pahami secara utuh. Menurutnya, terlalu banyak analisis dari pihak eksternal tidak otomatis menjadikan pendapat itu sebagai kebenaran.
“Banyak orang mengatakan banyak hal, entah mantan pemain atau bukan, tetapi itu tidak berarti mereka memahami apa yang sedang terjadi di sini,” ujar Carrick. Ia menegaskan bahwa skuadnya berada dalam kondisi yang sangat baik, bahkan lebih baik dibandingkan yang ia lihat dalam beberapa waktu terakhir.
Carrick juga mengakui bahwa para pemainnya manusia biasa yang emosional dan sangat peduli terhadap klub. Ia menilai wajar jika sesekali ada pemain yang melontarkan sesuatu yang sebaiknya tidak diucapkan pada momen tertentu. Namun menurutnya, hal itu tidak mengalihkan fokus tim dari apa yang sedang mereka bangun, termasuk suasana dan semangat di dalam kelompok.
Yang terpenting, Carrick memastikan Martinez tetap menjadi bagian dari skuad untuk lawatan ke markas Leeds United di Elland Road pada laga Premier League hari Minggu, yang dijadwalkan kick-off pukul 14.00 waktu setempat. Keputusan itu menunjukkan bahwa secara teknis, bek asal Argentina tersebut masih masuk dalam rencana tim.
Kronologi Kontroversi Lisandro Martinez
Kritik Martinez menjadi bahan pembicaraan luas karena sasarannya adalah pihak internal klub, bukan sekadar performa di lapangan. Wayne Rooney, yang merupakan sahabat dekat sekaligus mantan rekan setim Carrick, menjadi salah satu tokoh paling vokal mengecam sikap tersebut. Ia menilai serangan Martinez terhadap jajaran petinggi United berpotensi merusak keharmonisan ruang ganti.
Kritik tidak hanya datang dari Rooney. Dua mantan kapten United, Roy Keane dan Gary Neville, turut memberikan pandangan mereka, sehingga polemik ini berkembang menjadi perdebatan besar di kalangan pengamat. Sorotan semakin tajam karena isu ini muncul bersamaan dengan hasil buruk yang sedang dialami klub.
Setelah gelombang kritik meluas, Martinez akhirnya menyampaikan permintaan maaf. Namun ia hanya menyesali waktu penyampaian komentarnya, bukan isi dari pernyataan tersebut, dan ia juga dilaporkan dikenai sanksi denda oleh Manchester United atas insiden itu.
Posisi Jason Wilcox di Pusat Sorotan
Dalam komentarnya di Madrid, Martinez secara spesifik menyoroti sosok direktur teknis klub. Nama Wilcox memang tidak disebut secara eksplisit dalam pernyataan resmi Martinez, namun Wilcox merupakan bagian dari pembicaraan yang mengarah pada pernyataan terbaru pemain tersebut mengenai perilakunya.
Wilcox sendiri bukan nama baru dalam pusaran kritik di Old Trafford. Pria berusia 55 tahun yang pernah memperkuat Leeds dan Blackburn itu ditunjuk sebagai direktur sepak bola setelah pemecatan Dan Ashworth pada Desember 2024. Sebelumnya, ia juga menjadi sasaran kritik Ruben Amorim dalam konferensi pers terakhirnya sebelum pemecatan sang pelatih pada Januari.
Sejak saat itu, Wilcox tercatat baru sekali berbicara di depan publik, yaitu melalui kanal media internal klub sekitar 12 bulan lalu. Ketika ditanya apakah Wilcox seharusnya turun langsung menjelaskan tindakannya kepada media, Carrick memilih tidak memberikan penilaian. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki masalah untuk duduk di depan wartawan dan memimpin kelompok, tim, serta klub dari posisinya, karena semuanya berada dalam satu kapal yang sama.
Carrick juga tidak menganggap absennya nama Wilcox dalam pernyataan Martinez sebagai persoalan besar. Menurutnya, pemain tersebut sudah merilis pernyataan, menyadari kesalahannya, dan itu sudah cukup bagi semua pihak untuk melangkah maju. Ia menambahkan bahwa klub memang meminta gairah, emosi, dan kepedulian dari para pemain, tetapi semuanya harus disalurkan dengan cara yang tepat sesuai batas yang sudah disepakati bersama.
Tekanan pada Carrick di Tengah Lima Laga Tanpa Kemenangan
Polemik ini justru datang di saat Carrick menghadapi ujian berat. Manchester United menuju Elland Road dengan catatan lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan. Klub tercatat tidak pernah melewati enam laga tanpa kemenangan sejak akhir musim 2018-19, tepat setelah Ole Gunnar Solskjaer dikukuhkan sebagai pelatih tetap.
Carrick memahami betul arti penting mengakhiri tren tersebut, terutama untuk meredakan tekanan terhadap posisinya sendiri. Meski demikian, ia menolak menerima anggapan bahwa hasil pertandingan semata-mata menjadi soal dirinya. Ia menyatakan bahwa yang dibutuhkan bukan hanya hasil untuknya, melainkan hasil untuk semua orang di klub.
Menurut Carrick, Manchester United jauh lebih besar daripada individu mana pun, termasuk dirinya, para pemain, maupun siapa saja yang bekerja di klub tersebut. Ia mengaku tidak pernah menjalani pekerjaan dengan pikiran bahwa segalanya tentang dirinya, karena yang menjadi pendorong utama adalah nilai-nilai klub, sejarahnya, serta standar yang harus terus dijaga.
Masalah Cedera dan Kondisi Benjamin Sesko
Kemarahan Martinez disebut dipicu oleh daftar cedera panjang yang membuat United harus memainkan Ayden Heaven di posisi bek kiri saat melawan Atletico Madrid. Posisi tersebut seharusnya menjadi wilayah Luke Shaw, yang absen karena cedera, sementara keberadaan Benjamin Sesko dianggap sebagian pihak sebagai hal krusial pada bursa musim panas.
Fakta bahwa striker Slovenia itu belum sekali pun menjadi starter di laga Premier League musim ini menambah panjang persoalan. Sesko merupakan rekrutan senilai 74 juta poundsterling dari RB Leipzig pada Agustus 2025, tetapi ia mengalami cedera tulang kering yang kembali kambuh dalam kekalahan di Piala EFL melawan Brighton bulan lalu, setelah sebelumnya cedera serupa mengganggu musim 2025-26-nya.
Ketidakpastian soal waktu kembali Sesko pun belum menemui titik terang. Untuk ketiga kalinya dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Carrick mengaku belum bisa memberikan perkiraan kapan pemainnya itu bisa kembali merumput. Ia menyebut Sesko masih menjalani sejumlah pemeriksaan sebelum pembaruan soal tenggat waktu bisa disampaikan, dan posisinya dinilai masih cukup jauh dari kondisi siap bertanding.
Kombinasi antara cedera yang menumpuk, hasil yang belum membaik, serta polemik internal membuat posisi Manchester United berada dalam situasi yang tidak nyaman. Namun Carrick memilih untuk tetap menyatukan kelompoknya, bukan menambah bahan perpecahan di ruang ganti.
Kesimpulan
Pernyataan tegas Michael Carrick menempatkan dirinya pada posisi membela keutuhan skuad di tengah gempuran kritik eksternal terhadap Lisandro Martinez. Ia menegaskan bahwa komentar mantan pemain dan pengamat tidak menggambarkan kondisi sebenarnya di dalam klub, sekaligus memastikan Martinez tetap tersedia untuk laga melawan Leeds pada akhir pekan.
Namun persoalan sebenarnya tidak hanya berhenti pada satu pernyataan kontroversial. Ada tekanan hasil, daftar cedera yang panjang, dan sorotan yang kembali mengarah ke sosok Jason Wilcox sebagai bagian dari struktur manajemen klub. Laga di Elland Road pun menjadi momen yang menentukan, apakah United mampu mengubah suasana menjadi lebih baik, atau justru makin terpuruk dalam pusaran persoalan yang belum menemukan penyelesaian.