Newcastle United menelan kekalahan 1-3 dari Everton dalam laga uji coba pramusim di Murrayfield, markas rugby Skotlandia, Rabu malam waktu setempat. Kekalahan Newcastle dari Everton ini menjadi alarm dini bagi pelatih anyar Matthias Jaissle bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan. Pelatih asal Jerman itu pun secara terbuka mengaku sadar dengan berbagai persoalan yang tengah melanda skuad Magpies.
Laga yang disambut gegap gempita oleh pembawa acara stadion dengan janji “permainan kelas dunia sejak peluit pertama” ini sejatinya menjadi ujian yang sangat bermanfaat bagi Jaissle. Pertandingan melawan tim Premier League seperti Everton datang hanya sekitar satu setengah pekan sebelum kampanye anyar dimulai. Hasil kekalahan Newcastle dari Everton sekaligus menjadi pengingat bahwa perbaikan tidak hanya diperlukan di lapangan latihan, tetapi juga di bursa transfer.

Jalannya Pertandingan Newcastle vs Everton di Murrayfield
Newcastle sebenarnya tampil dengan wajah baru yang segar di awal laga. Rekrutan anyar Bazoumana Toure kembali mencuri perhatian dengan kecepatannya yang merepotkan pertahanan Everton di sisi kiri. Namun, tim asuhan Jaissle gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas di babak pertama dan justru tampil semakin rapuh di lini belakang seiring berjalannya waktu.
Everton membuka keunggulan pada menit ke-27 melalui Thierno Barry setelah memanfaatkan umpan panjang James Tarkowski yang mengacaukan pertahanan Newcastle. Bek tengah Sven Botman terlihat goyah saat berduel dengan Barry, dan meskipun Lewis Hall sempat melakukan tekel penyelamatan, bola justru jatuh ke kaki Harrison Armstrong yang kemudian memberikan assist untuk Barry menuntaskan peluang dari dalam kotak penalti. Jaissle langsung meninju telapak tangannya di pinggir lapangan sebagai bentuk frustrasi, lalu memberi instruksi kepada para pemainnya untuk segera bangkit seperti yang mereka lakukan saat menang 2-1 atas Valencia di laga uji coba pertamanya akhir pekan lalu.
Namun, Everton justru menggandakan keunggulan beberapa menit kemudian melalui eksekusi penalti Iliman Ndiaye, setelah Joelinton dinilai wasit melanggar Kiernan Dewsbury-Hall di dalam kotak terlarang. Keputusan tersebut sempat dianggap terlalu keras, tetapi gol tetap tercipta dan suporter Everton langsung melontarkan ejekan bernada “kamu akan terdegradasi” kepada pendukung Newcastle. Tyrique George kemudian memastikan kemenangan Everton dengan gol ketiganya pada menit ke-73, dan sejumlah fans Newcastle pun mulai meninggalkan stadion—bukan untuk melihat gerhana matahari, melainkan karena kecewa. Masih ada waktu bagi Harvey Barnes untuk memperkecil kedudukan lewat tembakannya dari umpan Jacob Murphy, namun itu tidak mengubah hasil akhir.
Perubahan Besar di Tubuh Newcastle United
Kekalahan Newcastle dari Everton kali ini memperlihatkan komposisi skuad yang jauh berbeda dibandingkan musim lalu. Harvey Barnes dan Jacob Murphy memang sempat tampil saat Newcastle kalah dari Everton di Premier League Februari lalu, tetapi kali ini starter yang diturunkan jauh lebih muda dan berbeda total. Newcastle ditinggal sejumlah pemain penting seperti Bruno Guimaraes, Sandro Tonali, Anthony Gordon, dan Kieran Trippier di bursa transfer musim panas ini.
Kondisi tersebut membuat Jaissle untuk kedua kalinya dalam dua hari menyebut adanya “kekosongan” atau vacuum di dalam skuadnya. Menariknya, delapan dari sebelas pemain starter Newcastle saat melawan Everton berusia 25 tahun ke bawah. Joelinton yang mengenakan ban kapten bersama Yoane Wissa menjadi pemain tertua di lapangan dengan usia 29 tahun, jauh di atas rata-rata usia rekan setimnya.
“Kalian tidak bisa mengubah keadaan dengan cepat,” kata Jaissle. “Ini tim yang sangat muda saat ini, jadi ada kekosongan di mana pemain harus tampil dan mengisi peran itu. Kami mengisi posisi-posisi yang kami tinggalkan dengan pemain berpengalaman, tapi itu juga bagian dari proses.”
Dampak Kekalahan Newcastle dari Everton di Bursa Transfer
Hasil ini menjadi sinyal tegas bahwa Newcastle masih membutuhkan tambahan amunisi sebelum bursa transfer ditutup pada 1 September. Newcastle dilaporkan masih mencari bek kanan baru dan gelandang tengah senior untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan para pemain berpengalaman. Direktur olahraga Ross Wilson yang turut hadir di Murrayfield dipastikan memahami betul kebutuhan yang mendesak tersebut.
Jaissle sendiri menegaskan bahwa pihaknya sadar akan kebutuhan tim, meskipun ia enggan membahasnya secara terbuka di depan publik. “Kalian semua melihat pertandingannya. Kalian juga cukup cerdas untuk melihat kebutuhan yang ada di skuad,” ujarnya kepada wartawan. “Kami akan selalu konsisten dengan pendekatan kami. Kami menangani hal-hal ini secara internal. Kami sadar apa yang kami butuhkan. Kita lihat saja nanti, masih ada waktu.”
Tantangan Newcastle Sebelum Menjamu Liverpool
Newcastle masih memiliki beberapa laga uji coba tersisa sebelum menjamu Liverpool di St James’ Park pada pekan depan. Namun, waktu yang tersedia tidaklah banyak, dan Jaissle mengakui bahwa perekrutan pemain baru di akhir bursa biasanya membutuhkan proses adaptasi. “Jika Anda mendatangkan pemain baru di akhir bursa transfer, mereka biasanya butuh waktu. Biasanya butuh waktu untuk beradaptasi dengan Premier League,” tambahnya.
Sejumlah pemain kunci seperti Dan Burn, Lewis Miley, dan Tino Livramento juga belum kembali merumput bersama tim. Ketiganya kemungkinan besar belum akan tampil saat Newcastle bersua Liverpool, mengingat kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya. Meski demikian, Jaissle tetap memasang target dan optimisme tinggi menyambut musim anyar.
Kekalahan Newcastle dari Everton di laga uji coba ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Jaissle dan jajaran manajemen. Dengan skuad muda yang tengah bertransisi, kebutuhan akan pemain berpengalaman menjadi prioritas utama sebelum bursa transfer ditutup. Jaissle sendiri menegaskan bahwa timnya tetap optimistis menghadapi segala tantangan. “Kami punya target dan ada banyak batu yang dilemparkan di jalan itu, tapi kami harus menyingkirkannya,” pungkasnya.