Ryan Fox Akhirnya Raih Gelar Major Pertama
Pegolf asal Selandia Baru, Ryan Fox, berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga setelah memenangkan The Open ke-154 di Royal Birkdale. Kemenangan ini menjadi gelar major pertamanya, dan ia meraihnya dengan cara yang sangat dramatis pada hari Minggu, 19 Juli 2026.
Fox, yang berusia 39 tahun, harus berjuang keras melewati tekanan luar biasa di sembilan hole terakhir. Ia berhasil mengungguli pemain Amerika Serikat, Cameron Young, yang sudah duduk di puncak klasemen sementara, dengan keunggulan satu pukulan.

Momen Kunci di Final yang Menegangkan
Setelah mencetak 62 pada hari Sabtu, Fox masuk ke putaran final dengan kepercayaan diri tinggi. Namun, bogey di hole ke-11 sempat membuat posisinya terancam. Ia dengan cepat bangkit melalui birdie di hole 13 dan 14, lalu nyaris kehilangan momentum akibat bunker di hole 15 yang hanya bisa diselamatkan dengan bogey.
Birdie Krusial dan Pukulan Jenius di Hole 18
Fox membalas dengan birdie di hole 16 setelah pendekatan brilian. Meskipun sempat gagal memanfaatkan peluang di hole 17, ia justru tampil gemilang di hole terakhir. Dengan dua pukulan sempurna, ia meninggalkan bola sekitar 12 kaki dari lubang. “Saya berdiri di tee dan berkata kepada caddy saya, Dean Smith, kita akan mencoba memenangkan ini,” ujar Fox tentang momen itu.
Dalam tekanan luar biasa, ia berhasil memasukkan putt yang menentukan. “Saya tidak tahu bagaimana tangan saya tetap stabil. Semuanya bergetar. Saya hanya berusaha mengarahkan bola ke lubang. Rasanya seperti mimpi,” tambahnya.
Reaksi Emosional Sang Juara
Fox mengaku kemenangan ini adalah “mimpi yang menjadi kenyataan”. Ia juga bangga bisa mengukir namanya di trofi Claret Jug. “Menjadi Champion Golfer of the Year terdengar sangat indah. Ini luar biasa untuk saya dan untuk Selandia Baru,” katanya.
Putra dari legenda rugby All Blacks, Grant Fox, ini juga menyebut bahwa keluarganya memiliki sejarah prestasi yang hebat. “Saya tidak tahu apakah ini mengalahkan pencapaian mereka, tetapi setidaknya ini sejajar. Saya berbicara dengan anak-anak saya tadi malam, mereka minta saya membawa pulang trofi. Ini trofi yang cukup keren untuk mereka.”
Ia juga bercerita tentang ayahnya yang gugup melihat pertandingan dari rumah. “Dia tidak bisa mengendalikan apa pun, jadi saya yakin dia sangat tegang.”
Pujian untuk Sikap Agresif Fox
Legenda golf Laura Davies dan Andrew Coltart dari Sky Sports Golf memuji pendekatan Fox. Davies berkata, “Dia tetap agresif sepanjang hari. Saya tidak berpikir dia takut kalah. Jika dia kalah karena pukulannya tidak sempurna, dia sudah siap. Komitmen penuh saat ada peluang birdie, dan cara dia memainkan hole 18 adalah yang terbaik yang pernah saya lihat.”
Coltart menambahkan, “Saya belum pernah melihat seseorang mendorong dirinya sekuat itu di akhir turnamen untuk memenangkan major. Di lapangan seperti ini, itu sungguh luar biasa. Skor 62 pada hari Sabtu memperkuat keyakinannya, dan ketika yang lain goyah, dia berdiri tegak.”
Apa Selanjutnya untuk Ryan Fox?
Setelah kemenangan bersejarah ini, Fox akan beristirahat sejenak sebelum kembali ke sirkuit PGA Tour. Turnamen selanjutnya adalah 3M Open di TPC Twin Cities, Minnesota, yang dimulai Kamis ini. Selain itu, musim major wanita juga akan berlangsung dengan AIG Women’s Open pada 30 Juli hingga 2 Agustus, yang bisa disaksikan secara langsung di Sky Sports Golf.
Bagi para penggemar golf di Indonesia, kemenangan Ryan Fox menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan keberanian mengambil risiko di momen krusial bisa membawa hasil manis. Kemenangan Ryan Fox di The Open ini akan dikenang sebagai salah satu final paling mendebarkan dalam sejarah turnamen.